UKRAINA – Kasus-kasus penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap warga sipil yang menjadi sasaran penghilangan paksa pasukan Rusia terus menyeruak. Mereka diduga ditahan dan mengalami penyiksaan di tempat-tempat penahanan resmi dan bekas yang dikendalikan oleh "angkatan bersenjata Rusia" atau "kelompok bersenjata yang berafiliasi".
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun telah menerima laporan 271 kasus penahanan paksa pasukan Rusia terhadap warga Ukraina. Baik warga sipil maupun politikus.
Secara terpisah, seorang politikus Ukraina mengatakan kepada BBC bahwa dia terkena ‘waterboarding’ atau proses interogasi dengan cara tangan dan wajah diikat, kemudian kepalanya ditutup dan dituangkan air, setelah diculik oleh militer Rusia.
Oleh Pylypenko, ketua terpilih komunitas teritorial bersatu Shevchenkivska di Ukraina selatan, mengatakan dia ditangkap oleh pasukan terjun payung Rusia di dekat Kherson pada 10 Maret saat memberikan bantuan kepada konstituen.
Baca juga: Pasukan Rusia Klaim Kuasai Setengah Wilayah Ukraina Timur
Pria berusia 36 tahun itu mengatakan kepada BBC bahwa dia ditangkap bersama sopirnya di sebuah penghalang jalan oleh pasukan Rusia dan diduga dia sengaja menjadi sasaran setelah berbagi lokasi artileri Rusia dengan pasukan Ukraina.
"Saya pikir mereka mulai berburu khusus untuk saya hampir sejak awal perang. Saya yakin mereka merencanakan penyergapan karena mereka ingin membawa saya hidup-hidup," katanya.
Dia kemudian dibawa ke lapangan terbang, dan mengaku disiksa selama tiga hari oleh pasukan terjun payung Rusia.