Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa jika poros lain ingin menyalib KIB dan merebut suara di kantong pemilih digital, maka mereka harus mengkampanyekan narasi-narasi tang sesuai dengan tipikal atau segmen masyarakat berpendidikan dan penghasilan tinggi.
"Begitu pun juga dengan KIB, jika ingin merebut suara dari kantong suara wong cilik, narasi-narasi harus disesuaikan dengan wong cilik. Demikian juga dengan kantong suara pemilih muslim," tutup Ade.
(Fahmi Firdaus )