Kisah Peretas 'Beretika' yang Berhasil Kantongi Miliaran dari Aksinya

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 20 Juli 2022 03:03 WIB
Ilustrasi/ Foto: iStock
Share :

Budget besar

Para pengamat mengatakan program hadiah bug berperan penting untuk membuat mereka termotivasi.

"Berbagai program ini memberikan alternatif legal bagi orang yang ahli teknologi informasi, yang jika tidak melakukannya akan tertarik untuk menjadi penjahat meretas sistem dan menjual data secara ilegal," kata Terry Ray, pejabat tinggi perusahaan keamanan data Imperva.

 BACA JUGA:Ikuti Dahsyatnya July: Popcorn Duet Challenge dan Menangkan Hadiahnya

Pada tahun 2018, peretas AS dan India menyatakan diri mendapatkan hadiah terbesar di dunia, menurut perusahaan keamanan siber HackerOne.

Sebagian dari mereka dapat berpenghasilan lebih dari US$350.000 atau Rp4,9 miliar per tahun.

Sandeep Singh, yang dikenal dengan nama geekboy di dunia peretasan, mengatakan ini semua adalah hasil kerja keras.

"Saya memerlukan waktu enam bulan dan 54 keberhasilan sebelum mencatat laporan pertama yang dianggap absah sehingga layak menerima bonus."

Peningkatan keamanan

Perusahaan seperti Hacker One, Bug Crowd, Synack dan yang lainnya sekarang menjalankan program hadiah bug untuk organisasi besar dan bahkan pemerintahan.

Mereka bertindak sebagai agen untuk mengawasi para peretas beretika, memverifikasi hasil pekerjaan dan memastikan terjaganya kerahasiaan para klien.

HackerOne, perusahaan hadiah bug terbesar sekarang memiliki hampir 550.000 peretas dan telah mengeluarkan dana lebih dari US$70 juta atau Rp987 miliar, kata Ben Sadeghipour, pimpinan Hacker Operations di perusahaan itu.

 BACA JUGA:KPK Duga Eks Walkot Yogya Arahkan Pegawai Summarecon Urus Izin Apartemen

"Hadiah bug bukanlah hal baru di industri teknologi, tetapi hadiahnya yang terus meningkat nilainya dipandang sebagai suatu perkembangan wajar dalam usaha memperkuat keamanan organisasi."

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya