Kendati demikian, Wagub sampaikan tindakan yang dilakukan masih bersifat persuasif kepada anak-anak muda pecinta fashion disana. Untuk saat ini, Ariza tegaskan belum ada penindakan sanksi bagi pengunjung yang melanggar prokes.
"Ya sekarang kita masih upayakan pendekatan persuasif, kita lakukan membimbing, membina anak-anak, jadi belum ada sanksi yang perlu diberikan pada anak-anak. Lakukan persuasif, kita mengedukasi, kemudian juga membimbing anak-anak," jelas Ariza.
Sebagai informasi, fenomena remaja 'SCBD' menyedot perhatian publik banyak. Terlebih adanya Citayam Fashion Week yang diadakan di zebra cross sekitar Dukuh Atas itu.
Mulai dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan sejumlah delegasi EU Ambassador hingga VP of the European Invesment Bank yang melakukan catwalk di Dukuh Atas. Kemudian, aksi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga menyedot perhatian bak model papan atas Kang Emil catwalk di Dukuh Atas bersama pengemudi ojek online (Ojol).
Namun, akhir-akhir ini ramai sebuah video yang memperlihatkan bocah 'SCBD' bermalam beralaskan kayu jembatan kawasan Dukuh Atas. Hal itu menyedot perhatian publik.
(Awaludin)