BNPB, kata Aam, mencatat 53,8 hektare lahan terbakar. “Dalam kurun waktu 1 minggu ini ada 53,8 hektare lahan yang terbakar,” katanya.
BACA JUGA:BMKG Wanti-Wanti Seluruh Wilayah NTT Berstatus Rawan Karhutla
Meski begitu, Aam mengingatkan agar tetap fokus dan waspada pada kedua bencana baik hidrometeorologi basah yang masih berpotensi terjadi meskipun kini masuk musim kemarau. “Tapi tentu saja fokus kita masih tetap harus menangani dua bencana ini hidrometeorologi basah dan hidrometeorologi kering,” ujarnya.
(Arief Setyadi )