Perjuangannya berakhir saat ia ditangkap Belanda. Cut Nyak Dien lalu dibuang oleh Belanda ke Sumedang, Jawa Barat hingga meninggal pada 6 November 1908.
2. Tan Malaka
Pahlawan nasional sekaligus tokoh paham komunis buronan kolonial ini lahir pada 2 Juni 1897di Kabupaten Suliki, Sumatera Barat. Nama sebenarnya adalah Ibrahim, sedangkan Tan Malaka didapatkannya dari ibunya yang merupakan keturunan bangsawan.
Tan Malaka sudah dikenal sebagai pribadi yang cerdas. Meski, memiliki paham marxisme, sejak kecil Tan sudah lekat dengan ilmu agama.
Selepas bermain, seperti anak lelaki Minang pada umumnya, Tan Malaka akan mengaji di surau pada saat magrib. Di surau pula ia menghabiskan malam hingga pagi. Tan dikenal sebagai anak pemberani, tapi tidak pernah meninggalkan sholat dan hafal Quran.