JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memastikan prakiraan musim hujan periode tahun 2022-2023 yang dilakukan BMKG akan semakin tepat dan akurat.
BACA JUGA:Ditetapkan Sebagai Tersangka Penembak Brigadir J, Bareskrim: Aksi Bharada E Bukan Bela Diri
Hal itu dipastikan Dwikorita lantaran pihaknya telah menggunakan zona musim terupdate (ZOM9120), hasil kegiatan pemutakhiran zona musim berdasarkan normal curah hujan periode 1991-2020.
"Pemutakhiran Zona Musim ini adalah untuk membentuk tolok ukur atau referensi yang dapat digunakan secara luas terhadap kondisi iklim terkini di masing-masing wilayah di seluruh Indonesia. InsyaAllah, data dan informasi yang dihasilkan BMKG akan semakin lebih handal, lebih tepat, dan lebih akurat," ungkap Dwikorita dalam keterangannya, dikutip Kamis (4/8/2022).
BACA JUGA:Kakek Penjual Tempat Nasi Dirampok, Tabungan untuk Renovasi Rumah Raib
Dwikorita menyebut, penggunaan data berbasis grid resolusi tinggi untuk pemutakhiran ZOM ini dibangun dari proses blending data observasi insitu di permukaan bumi dan data berbasis satelit, sehingga diharapkan lebih dapat diterima secara spasial dan temporal.
Zonasi Musim yang terupdate ini, lanjutnya, dapay mencerminkan karakteristik iklim lebih spesifik di masing-masing wilayah tersebut dan akan dipakai sebagai basis informasi iklim 10 tahun mendatang.
Untuk diketahui, hasil pemutakhiran zon musim (ZOM9120) menunjukkan adanya penambahan zona musim di masing-masing pulau besar di seluruh Indonesia yang semula terdiri dari 342 ZOM dan 65 NONZOM (total 407 zona), menjadi 699 Zona Musim dengan jumlah 583 ZOM yang memiliki dua musim atau lebih (sebelumnya disebut ZOM) dan 116 ZOM yang memiliki satu musim (sebelumnya disebut NONZOM).