ZOM9120 tersebut tersebar di wilayah Sumatera 156 ZOM, Jawa 193 ZOM, Kalimantan 67 ZOM, Bali 20 ZOM, Nusa Tenggara Barat 27 ZOM, Nusa Tenggara Timur 28 ZOM, Sulawesi 104 ZOM, Maluku 40 ZOM dan Papua 64 ZOM.
"Akurasi data dan informasi yang dikeluarkan BMKG sangat penting karena menjadi rujukan dan pijakan banyak sektor," terangnya.
BACA JUGA:Polisi Amankan Empat Terduga Pelaku Penganiayaan Sesama Pelajar yang Viral di Medsos
Di samping itu, Dwikorita juga mengingatkan kepada seluruh jajaran BMKG untuk memerhatikan instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta BMKG untuk meningkatkan adaptasi teknologi agar observasi, analisis, prediksi dan peringatan dini yang disampaikan dapat lebih cepat dan akurat.
"Hal ini penting karena data, informasi, dan peringatan yang dikeluarkan BMKG, oleh Presiden, juga diminta menjadi rujukan pengambilan keputusan jajaran pemerintah di berbagai sektor," kata dia.
Sementara itu, Plh Plt Deputi Klimatologi BMKG, Dodo Gunawan mengatakan, awal musim hujan 2022 - 2023 diprakirakan terjadi di bulan September -November dengan puncaknya diprakirakan terjadi di bulan Desember 2022 dan Januari 2023.
BACA JUGA:Dinkes DKI Catat 4,6 Juta Orang Telah Vaksinasi Booster
Dodo menuturkan, prakiraan musim hujan yang dikeluarkan BMKG ini dapat dimanfaatkan oleh stakeholder di pusat maupun daerah sebagai pedoman perencanaan kegiatan di berbagai sektor, seperti awal musim tanam, termasuk antispasi potensi kebencanaan.
(Nanda Aria)