Mantan aktifis mahasiswa ini berharap, persahabatan yang terjalin di antara agamawan muda peserta AYIC dapat menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan toleransi dan perdamaian di kawasan.
“Melalui program ini, saya sangat berharap Anda dapat menjaga persahabatan dan jaringan yang kuat melalui penggunaan platform digital yang efektif untuk menciptakan generasi yang akan merangkul persatuan dalam keragaman dan menghargai toleransi beragama,” ujarnya.
Kegiatan AYIC secara teknis diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, bekerja sama dengan Kemenko PMK, Kemlu, dan Kemenag RI.
Kegiatan AYIC tahun 2022 merupakan kegiatan yang keenam, dimana tahun 2017 dilaksanakan di Jombang, Jawa Timur, tahun 2018 di Yogyakarta dan Bali, tahun 2019 di Jakarta dan Lombok serta tahun 2020 dan 2021 dilaksanakan secara hybrid di Jakarta.
AYIC merupakan implementasi ASEAN Declaration on Culture of Prevention for a Peaceful, Inclusive, Resilient, Healthy and Harmonious Society yang diinisiasi oleh Indonesia dan menjadi kegiatan tahunan ASEAN. Deklarasi ini menekankan pada pendekatan berbasis masyarakat (upstream approach), sehingga manfaat ASEAN dapat dirasakan di tataran akar rumput, serta dapat berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian dan kestabilan kawasan.
AYIC 2022 diikuti oleh 30 pemuda dari tujuh negara anggota ASEAN yaitu Filipina, Indonesia, Kamboja, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Mereka akan melakukan diskusi tentang keragaman dan berbagi pengalaman mewujudkan moderasi beragama, membangun toleransi, dan mewujudkan kebersamaan. Acara dilanjutkan dengan tour ke lokasi-lokasi sarana ibadah yang menjadi simbol keagamaan yang ada di Jakarta dan Semarang serta bertemu dengan tokoh-tokoh agama dan pemuda lokal.
(Awaludin)