5 Tokoh TNI AL Bergelar Pahlawan Nasional, RE Martadinata Salah Satunya

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Sabtu 13 Agustus 2022 06:04 WIB
RE Martadinata (Foto: Wikipedia)
Share :

4. Kopral Harun

Harun bin Sais alias Tahir merupakan seorang anggota KKO (Korps Komando Operasi) Angkatan Laut yang kini disebut Marinir. Harun lahir di Gresik pada 4 April 1947. Keteguhannya dalam memegang sumpah prajurit membuat namanya dikenang, bahkan digelari pahlawan nasional.

Dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia, Harun mendapatkan tugas khusus dari Komando Operasi Tertinggi (KOTI) untuk menjadi bagian dari penguatan militer Indonesia di wilayah musuh. Berbekal 12,5 kilogram bahan peledak, Harun bersama kedua rekannya berhasil menginjakkan kaki di Singapura dan menyusup masuk ke pusat kota.

Ketiganya berhasil meledakkan Gedung Mc Donald House. Namun sungguh disayangkan, nasib baik tidak berpihak padanya. Harun bersama rekannya, Usman, ditangkap saat upaya pelarian diri, sedangkan satu rekannya lagi berhasil kabur. Kedua prajurit itu pun dibawa ke meja hijau dan dijatuhi hukuman mati. Atas keteguhan dan jasanya, Kopral Harun ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 17 Oktober 1968, tepat pada hari kematiannya.

5. Laksamana Muda Yos Soedarso

Pertempuran Laut Aru yang menjadi pertempuran laut paling terkenal di Indonesia menewaskan banyak korban, salah satunya Yos Sudarso. Pria asal Jawa Tengah ini bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut pasca kemerdekaan. BKR inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya TNI AL. Dilansir dari Sindonews, Yos Sudarso berpengalaman menjadi komandan dalam berbagai kapal peran seperti KRI Alu, KRI Gajah Mada, KRI Rajawali, hingga KRI Pattimura.

Dalam operasi militer Trikora, Presiden Soekarno mengerahkan pasukan dalam misi pembebasan Irian Barat, dengan Yos Sudarso sebagai Deputi Operasinya. Tiga kapal dikerahkan di Laut Aru, namun sayang ketiga kapal tersebut terlacak pesawat pengintai Belanda.

Di tengah situasi yang panas, Kapal KRI Macan Tutul yang dikomandoi Yos Sudarso mengorbankan diri dengan menjadi umpan agar kedua kapal lainnya dapat melarikan diri. Kekuatan yang tak berimbang itu pun membuat Kapal KRI Macan Tutul tenggelam bersama awak-awaknya, termasuk Yos Sudarso.

Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Yos Sudarso mendapatkan Bintang Dharma dan kenaikan pangkat menjadi Laksamana Muda Anumerta. Selain itu, ia diberi gelar pahlawan nasional di tahun 1973. (Mirsya Anandari Utami-Litbang MPI)

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya