Ferdinand Lumban Tobing lahir di Tapanuli dan pernah juga menduduki salah satu kotamadya di Sumatera Utara, Kota Sibolga. Namun saat mengenyam pendidikan, ia pindah ke Depok dan bersekolah di Sekolah Dasar Belanda lalu meneruskan ke STOVIA. Pada masa menempuh pendidikan di STOVIA, ia aktif bergabung dalam kumpulan siswa-siswa STOVIA asal Sumatera Utara yang bernama Jong Batak.
Upaya pembelaan Tanah Air yang dilakukan Ferdinand Lumban Tobing bermula saat ia diangkat sebagai dokter pengawasan kesehatan romusha di Sibolga. Saat itu ia menyaksikan penderitaan saudara sebangsanya yang diperlakukan sewenang-wenang. Hati nuraninya bergerak dan kemudian ia mulai melancarkan protes kepada pemerintahan Jepang. Selain itu, Dr. Ferdinand juga berperan aktif saat adanya Agresi Militer Belanda II. Ia pernah memimpin perjuangan gerilya di hutan dan gunung.
Baca juga: 4 Pahlawan Nasional yang Gugur Sebelum Indonesia Merdeka, Ada Cipto Mangunkusumo
3. K.H. Zainul Arifin
Pada 4 Maret 1963 melalui SK Presiden No. 35 tahun 1963 ditetapkan pula seorang pahlawan nasional yang asalnya dari Sumatera Utara. Tokoh tersebut adalah K. H. Zainul Arifin. Zainul Arifin lahir pada 2 September 1909 di Barus, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Baca juga: 5 Tokoh TNI AL Bergelar Pahlawan Nasional, RE Martadinata Salah Satunya
Zainal Arifin merupakan panglima Hizbullah Masyumi. Pada saat Agresi Militer I, ia berperan aktif memimpin Hizbullah dalam melakukan gerilya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Zainal juga terkenal dengan aksi heroiknya menyelamatkan Presiden Soekarno pada saat perayaan Idul Adha. Pada saat itu, 14 Mei 1962, ada seorang pemberontak DI/TII yang hendak membunuh Presiden Soekarno. Upaya pemberontak itu gagal lantaran tembakan justru terhalang oleh Zainul Arifin sehingga yang tertembak bukanlah Presiden Soekarno melainkan Zainul Arifin.