JAKARTA - Seorang tokoh diberi gelar sebagai seorang pahlawan nasional apabila tokoh tersebut gugur dalam misi membela bangsa dan negara. Selain itu, gelar pahlawan nasional juga dapat diberikan ketika seorang tokoh memiliki prestasi dan pencapaian yang luar biasa dalam mendorong pembangunan dan kemajuan bangsa.
Berikut 5 pahlawan nasional asal Sumatera Utara.
1. Sisingamangaraja XII
Berasal dari Sumatera Utara, Sisingamangaraja XII merupakan raja terakhir masyarakat Batak. Ia lahir di Bakkara, Tapanuli, Sumatera Utara dan memiliki jasa dalam perlawanan kolonial Belanda. Ia beberapa kali melakukan perlawanan kepada Belanda dengan menghimpun orang Batak, di antaranya adalah penyerangan di Bakal Batu, penyerangan di Uluan dan Balige, penyerangan di wilayah Toba, dan penyerangan di Pakpak. Akar dari perlawanan tersebut, banyak orang Batak yang dibunuh oleh Belanda bila mereka dicurigai menjadi pengikut dari Sisingamangaraja XII.
Baca juga: 5 Tokoh TNI AL Diberi Gelar Pahlawan, Nomor 4 Gagah Berani Lawan Belanda di Laut Arafuru
Sisingamangaraja XII merupakan pahlawan nasional yang ditetapkan pada 9 November 1961 melalui SK Presiden No. 590 tahun 1961. Ia gugur dalam peperangan melawan pasukan Belanda di Dairi pada tanggal 17 Juli 1907. Pada saat itu, ia dikepung oleh pasukan Korps Marsose dan kemudian meninggal karena ditembak tepat di bawah telinga oleh Kopral Souhoka.
Baca juga: 5 Pahlawan yang Meninggal di Bulan Agustus, WR Supratman Salah Satunya
2. Dr. Ferdinand Lumban Tobing
Tokoh Sumatera Utara selanjutnya yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional adalah Dr. Ferdinand Lumban Tobing. Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 17 November 1962 melalui SK Presiden No. 361 tahun 1962.
Ferdinand Lumban Tobing lahir di Tapanuli dan pernah juga menduduki salah satu kotamadya di Sumatera Utara, Kota Sibolga. Namun saat mengenyam pendidikan, ia pindah ke Depok dan bersekolah di Sekolah Dasar Belanda lalu meneruskan ke STOVIA. Pada masa menempuh pendidikan di STOVIA, ia aktif bergabung dalam kumpulan siswa-siswa STOVIA asal Sumatera Utara yang bernama Jong Batak.
Upaya pembelaan Tanah Air yang dilakukan Ferdinand Lumban Tobing bermula saat ia diangkat sebagai dokter pengawasan kesehatan romusha di Sibolga. Saat itu ia menyaksikan penderitaan saudara sebangsanya yang diperlakukan sewenang-wenang. Hati nuraninya bergerak dan kemudian ia mulai melancarkan protes kepada pemerintahan Jepang. Selain itu, Dr. Ferdinand juga berperan aktif saat adanya Agresi Militer Belanda II. Ia pernah memimpin perjuangan gerilya di hutan dan gunung.
Baca juga: 4 Pahlawan Nasional yang Gugur Sebelum Indonesia Merdeka, Ada Cipto Mangunkusumo
3. K.H. Zainul Arifin
Pada 4 Maret 1963 melalui SK Presiden No. 35 tahun 1963 ditetapkan pula seorang pahlawan nasional yang asalnya dari Sumatera Utara. Tokoh tersebut adalah K. H. Zainul Arifin. Zainul Arifin lahir pada 2 September 1909 di Barus, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Baca juga: 5 Tokoh TNI AL Bergelar Pahlawan Nasional, RE Martadinata Salah Satunya
Zainal Arifin merupakan panglima Hizbullah Masyumi. Pada saat Agresi Militer I, ia berperan aktif memimpin Hizbullah dalam melakukan gerilya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Zainal juga terkenal dengan aksi heroiknya menyelamatkan Presiden Soekarno pada saat perayaan Idul Adha. Pada saat itu, 14 Mei 1962, ada seorang pemberontak DI/TII yang hendak membunuh Presiden Soekarno. Upaya pemberontak itu gagal lantaran tembakan justru terhalang oleh Zainul Arifin sehingga yang tertembak bukanlah Presiden Soekarno melainkan Zainul Arifin.
4. D.I. Pandjaitan
Peristiwa G30S merupakan peristiwa bersejarah yang dikenal sebagai pemberontakan PKI. Peristiwa itu telah memakan korban banyak jenderal Indonesia. Salah satu jenderal yang gugur itu berasal dari Sumatera Utara. Ia adalah Mayjen TNI Anumerta Donald Isaac Pandjaitan.
D. I. Pandjaitan merupakan pahlawan nasional yang lahir di Balige, Sumatera Utara pada 19 Juni 1925. Semasa hidupnya, ia adalah salah satu tokoh di balik terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang kini menjadi TNI. Saat itu ia menduduki jabatan sebagai komando batalyon di TKR. Melalui SK yang dikeluarkan pada 5 Oktober 1965, pemerintah menetapkan D.I. Pandjaitan sebagai pahlawan nasional.
Baca juga: 5 Tokoh TNI AL Bergelar Pahlawan Nasional, RE Martadinata Salah Satunya
5. A.H Nasution
Termasuk salah satu jenderal yang didatangi pasukan Cakrabirawa dalam peristiwa G30S, Jenderal Abdul Haris Nasution berhasil lolos dari penculikan dan pembunuhan oleh PKI. Jenderal Nasution saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Kemananan dan merangkap Kepala Staf Angkatan Darat. Pria kelahiran 3 Desember 1918 di Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatera ini dikenal pula sebagai sosok Ketua MPRS, yang pada 1966 lembaga tertinggi negara tersebut menolak pidato pertanggungjawaban Presiden Soekarno.
Semasa hidup, Jenderal Nasution telah banyak berkontribusi bagi bangsa dan negara. Ia menerima berbagai penghargaan berupa bintang dan tanda kehormatan, baik dari negara maupun dari mancanegara. Abdul Haris Nasution meninggal dunia pada 6 September 2000 karena sakit. Dua tahun kemudian, tepatnya 6 November 2022, pemerintah mengukuhkan Jenderal Besar TNI Kehormatan Abdul Haris Nasution sebagai pahlawan nasional.
(Fakhrizal Fakhri )