2. Mahmud Marzuki
Pejuang selanjutnya yang gugur di tangan Jepang adalah Mahmud Marzuki. Mahmud Marzuki merupakan salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Riau. Ia meninggal setelah ditangkap dan disiksa tentara Jepang.
Saat itu ia sedang mengadakan sebuah rapat dengan para pejuang kemerdekaan lainnya. Namun tidak lama dari rapat tersebut, tempat pertemuan itu dikepung oleh Jepang. Akhirnya, 13 orang termasuk Marzuki ditangkap dan dibawa ke Pekanbaru. Dalam tahanan, mereka dipukuli dengan kayu berduri, tidak diberi makan, dan disiksa secara keji.
BACA JUGA:Hadiri Upacara Kemerdekaan di Istana, Anies: Mari Kita Syukuri dengan Berkarya untuk Bangsa
Bahkan, Marzuki dengan tahanan lainnya diikat dan digantung dengan posisi kepala di bawah. Namun setelah 21 hari ditahan, Marzuki sempat keluar dan menggerakkan pengusiran Jepang lagi. Hingga pada 5 Agustus 1945, Mahmud Marzuki meninggal akibat dari siksaan serdadu Jepang.
3. Nimrod
Pejuang yang juga meninggal setelah ditahan dan dieksekusi Jepang adalah Nimrod. Nimrod meninggal setelah memimpin perlawanan di Pulau Yapen Selatan, Papua. Saat itu mereka ingin memukul mundur pasukan Jepang dari Pulau Yapen. Bahkan dalam perlawanan tersebut, Nimrod dan pasukannya mendapatkan bantuan dari Sekutu dalam bentuk bantuan suplai senjata.
Meskipun begitu, Nimrod berhasil ditangkap oleh Jepang dan kemudian dihukum pancung dengan dalih untuk menakut-nakuti rakyat agar tidak melakukan perlawanan. Namun upaya Jepang tersebut tidak berhasil. Walaupun Nimrod gugur, rakyat tetap meneruskan perjuangannya dengan bergerilya dan dipimpin pemimpin baru yang bernama Silas Papare.
(Nanda Aria)