JAKARTA - Nama Letnan Jenderal Purnawirawan Sutiyoso ada di daftar komisaris perusahaan PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA).
Diketahui, PJAA telah melakukan perombakan manajemen kunci yang dilakukan melalui proses rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perusahaan baru-baru ini.
Dalam RUPST Ancol juga resmi melakukan Penetapan Penghasilan Direksi dan Dewan Komisaris, Penunjukan Akuntan Publi, dan agenda laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II tahun 2021 dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.
Dikutip dari laman resmi Ancol, Sutiyoso diangkat sebagai Komisaris Perseroan berdasarkan RUPST tahun 2022.
Sebelumnya ia dikenal sebagai tokoh militer dan politikus asal Indonesia yang pernah menjabat Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta selama dua periode dimulai tahun 1997 hingga 2007.
Setelah purna tugas dari jabatan gubernur, Sutiyoso mendeklarasikan diri sebagai calon Presiden Indonesia pada 1 Oktober 2007.
Pada saat itu, partai politik pengusungnya adalah Partai Indonesia Sejahtera, Partai Nasional Indonesia Marhaenisme, dan Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia.
Atas pengalamannya di dunia militer, Presiden Joko Widodo mengangkat Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara pada 8 Juli 2015.
Jabatan lain yang dipegang oleh Sutiyoso ialah Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) periode 2004-2008. Ia juga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia ) untuk masa bakti 2006-2011.
Berikut ini adalah susunan lengkap komisaris dan direksi PJAA
Komisaris Utama dan Independen: Thomas Trikasih Lembong
Komisaris: Geisz Chalifah
Komisaris: Letnan Jenderal Purnawirawan Sutiyoso
Direktur Utama: Winarto
Direktur: Daniel Nainggolan
Direktur: Eddy Prastiyo
Direktur: Cahyo Prakoso
(Natalia Bulan)