Momen Kapolri Dicecar DPR soal Pembunuhan Brigadir Yosua oleh Ferdy Sambo

Carlos Roy Fajarta, Jurnalis
Rabu 24 Agustus 2022 12:47 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo/medsos
Share :

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dicecar oleh anggota Komisi III DPR dalam pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (24/8/2022).

(Baca juga: Istri Polisi Pamer Kemewahan di Medsos, DPR: Kapolres bak Raja-Raja Kecil di Daerah!)

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Dari Fraksi Partai Golkar, Adies Kadir menyebutkan penurunan kepercayaan terhadap institusi Polri selain karena kasus Brigadir Yosua karena perilaku dan gaya hidup anggota Polri di bawah.

"Mulai dari Dir (Direktur), Kapolres, di daerah itu sudah seperti raja kecil. Perilaku seperti ini sudah luar biasa seperti raja di daerah. Gaya hidup mereka sudah mulai pakai cerutu, wine, mobil mewah. Perilaku istrinya pakai tas mewah," ujar Adies Kadir.

Ia menyebutkan pihaknya tidak menghalangi polisi memiliki harta mewah, namun ia meminta gaya hidup seperti itu sebaiknya tidak usah di upload di media sosial karena hal tersebut membuat masyarakat nyinyir.

Perlihatkan kekompakan di institusi Polri semakin solid sehingga menambah kepercayaan masyarakat. Motif tidak perlu sampai harus menunggu persidangan, padahal motif untuk kasus lainnya bisa diungkap tanpa harus menunggu persidangan. Jangan membuat masyarakat menunggu.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond Junaidi Mahesa menyebutkan sekian banyak orang terlibat dalam kasus Ferdy Sambo di institusi Polri membuat ada kesan genk dalam institusi Polri ini

"Bagaimana dengan kasus KM 50, itu juga tertutup. Kalau dibuka kasus KM 50 itu harus dibuka novum nya nanti untuk dipertanyakan ke Kapolri. Kenapa juga penasihat Kapolri terlibat dalam kasus Ferdi Sambo," kata Desmond.

Lebih lanjut ia menyebutkan bagian dari proses yang merusak citra Polri jika tidak dijawab dengan baik. Kemudian terkait diagram-diagram seperti saling balas-membalas di tubuh institusi Polri.

"Saya harapkan ini menjadi terang benderang.Bias-bias yang membuat Polri terpuruk itu harus dijaga," tutur Desmond.

Anggota Komisi III DPR Habiburokhman mengapresiasi berbagai jurus Kapolri dalam mengatasi kasus Ferdi Sambo.

"Jurus pertama membentuk timsus, jurus kedua menggunakan pihak eksternal seperti Kompolnas dan Komnasham untuk melakukan pengawasan. Jurus ketiga kita di update baik yang resmi dan di japri. Kasus ini harus diberikan sanksi sesuai perbuatannya, jangan ada yang diselamatkan," kata Habiburokhman.

Ia menyebutkan selama ini yang menjadi motif dari FS adalah menjaga harkat martabat keluarga. Namun kata dia hal tersebut harus diungkap karena itu nanti dampaknya kemana-mana.

'Termasuk soal bunker itu dimana dan menjadi yang viral. Soal judi online jangan dianggap remeh, itu bisa menjangkau semua kalangan, pakai handphone murah bisa dimainkan," tutur Habiburokhman.

Sebagaimana diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran di Mabes Polri melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI. Dalam RDP tersebut khususnya membahas terkait penyelesaian kasus tewasnya Brigadir Yoshua oleh tersangka Ferdy Sambo.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya