Setahun kemudian pasukan India mengalami nasib yang sama, ketika dinding es besar pecah di atas sebuah pos India. Pihak berwenang mengkonfirmasi sembilan tentara tewas.
Tidak ada tanda-tanda pengenduran
Dalam beberapa tahun terakhir, pembicaraan antara India dan Pakistan untuk mendemiliterisasi daerah itu dan menyelesaikan pembatasan perbatasan belum membuahkan hasil. Oleh sebab itu, ribuan tentara masih tetap ditempatkan di daerah tersebut.
Meskipun pada kenyataannya kegiatan rutin seperti pergi ke kamar mandi, menyikat gigi, atau makan pun bisa jadi mematikan bagi para tentara karena lingkungan yang tidak bersahabat.
Untuk hal ini kita juga harus menyertakan biayanya. Pada 2014, BBC melaporkan Angkatan Darat India menghabiskan sekitar USD1 juta dolar per hari untuk memasok pasukannya di Siachen.
Meskipun biayanya sangat besar, pihak berwenang di New Delhi tampaknya tidak mau menyerahkan wilayah strategis itu. Sebab, dari wilayah tersebut mereka bisa mengancam posisi negara tetangga yang berada di daerah yang lebih rendah dan di bagian Kashmir yang menjadi sengketa.
Pada April 1984 India melakukan Operasi Meghdoot, yang mengambil alih gletser dan mengakhiri upaya pendudukan yang dilakukan Pakistan pada tahun 70-an.
Sejak saat itu, angkatan bersenjata Pakistan telah mencoba untuk merebut kembali daerah itu secara paksa, beberapa kali dalam beberapa tahun. Namun, semua upaya itu gagal.
Salah satu operasi yang gagal dipimpin oleh seorang perwira muda bernama Pervez Musharraf, yang akhirnya menjadi presiden Pakistan pada 2001, setelah memimpin kudeta.
India dan Pakistan, keduanya bersenjata nuklir, telah mempertahankan dua perang untuk menguasai Kashmir, sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1947.
(Rahman Asmardika)