Kendati demikian dirinya tidak memiliki maksud lain dalam penyebutan tersebut. Ia hanya menggambarkan keadaan kelompok tertentu yang dapat merusak institusi Polri kedepannya.
"Diwawancara lain, saya menggambarkan kelompok ini seperti tumor yang menggerogoti institusi Polri dan penegakan hukum. Makanya Kapolri harus berani ambil tindakan tegas membuang semua elemen tumornya," terangnya.
(Fahmi Firdaus )