5 Pengkhianat Bangsa Paling Terkenal di Dunia, Ada yang Berpura-pura Masuk Islam Demi Hancurkan Aceh

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Kamis 08 September 2022 07:02 WIB
Snouck Hurgronje
Share :

JAKARTA - Tidak selalu mengawal bangsanya, ada tokoh-tokoh di negara tertentu yang justru menjadi pengkhianat. Sebaliknya, ada pula penyusup yang menghancurkan musuh dengan melakukan penyamaran. Berikut adalah 5 pengkhianat terkenal di dunia.

1. Wang Jingwei

Wang merupakan pengkhianat besar yang ada dalam sejarah China. Pria kelahiran Guangdong, 4 Mei 1883 itu berpartisipasi dalam rencana pembunuhan pejabat Manchu di Beijing, namun gagal. Hal itu ia lakukan sehubungan upayanya melawan pemerintah.

Pengaruh jahat pada diri Wang Jingwei muncul kala ia bersekolah di Jepang dan bertemu dengan Sun Yat Sen, tokoh revolusioner China. Melansir Sindonews, Wang menjadi penerus Sun sebagai Presiden ROC (Republic of China) pada 1925, usai wafatnya Sun. Di tahun 1937, Wang mulai melakukan pengkhianatan atas negaranya kala Nanjing mulai dikuasai Jepang. Ia bekerja sama dengan Jepang agar negara tersebut bisa menguasai China.

Sementara itu, Wang berangkat ke Jepang pada tahun 1939 untuk menandatangani perjanjian rahasianya. Setahun setelahnya, Wang mengatur wilayah-wilayah pendudukan Jepang di China. Saat China membutuhkan tenaga dan pemikiran Wang, ia justru berpihak kepada Jepang. Tokoh terkenal itu meninggal dunia pada 10 November 1944 di Jepang.

2. Christian Snouck Hurgronje

Nama Hurgronje juga cukup dikenal sebagai pengkhianat terkenal di Indonesia pada masa kolonialisme Belanda. Hurgronje sendiri adalah penasihat urusan pribumi untuk pemerintah Hindia Belanda, yang lahir di Oosterhout pada 8 Februari 1857.

Sejarah mencatat, Hurgronje rela menjadi muslim untuk melemahkan Islam di Aceh, terutama ketika perang Aceh melawan pemerintah Belanda pada tahun 1873 hingga 1915.

Hurgronje memang memiliki kemampuan berbahasa Arab sangat baik. Di sisi lain, ia juga mempunyai kemampuan bergaul dan berinteraksi yang mumpuni terhadap orang-orang sekitarnya.

Tak heran, jika Hurgronje mendapat izin memasuki Mekah di tahun 1884. Dalam perang Aceh, Hurgronje yang mengaku seorang muslim berperan besar dalam hancurnya perlawanan penduduk Aceh. Dengan kemenangan Belanda, ia diberi kepercayaan untuk membentuk kebijakan kepada pemerintah Belanda.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya