3. Alfred Redl
Alfred Redl merupakan pejabat militer Austria yang bekerja sebagai mata-mata militer Rusia di Austia sebelum Perang Dunia I pecah. Setelah perang usai, Redl juga tetap mengabdi kepada Rusia dan mengkhianati negaranya.
Redl lahir di Lemberg, Austria, 14 Maret 1864 dari keluarga miskin. Namun, ia memiliki kesenangan menjelajah dan hal itu menjadikannya sebagai pemuda yang menguasai banyak bahasa. Karena kemampuannya tersebut, Redl mendapat posisi di tentara Austria dan dipercaya menjadi anak didik Jenderal Von Giesl. Di tahun 1900, ia dipromosikan sebagai kepala korps intelijen dan bertanggung jawab terjadap semua kegiatan intel.
Redl mulai menjadi mata-mata Rusia di tahun 1902. Selama 11 tahun, ia rutin memberikan kode, surat, sandi, foto, bahkan rencana mobilisasi dan laporan penting lainnya milik Austria kepada Rusia.
Redl juga menjerumuskan agen mata-mata tingkat bawah Austria ke tangan musuh. Redl tewas pada 25 Mei 1913 di Wina, setelah pengkhianatannya itu terbongkar. Ia memilih untuk menembak kepalanya sendiri dengan pistol sebelum akhirnya terkapar.
4. Mir Jafar
Kepala tentara Bengal di pertengahan abad ke-18, Mir Jafar, masuk dalam jajaran tokoh terkenal yang melakukan pengkhianatan. Jafar memilih menjadi sahabat Inggris agar keinginannya merebut singgasana Bengal bisa terwujud. Diketahui, kala itu karier Jafar sebagai tentara tengah berada di masa jaya.
Jafar bergabung dengan tentara Inggris pada Perang Plassey di tahun 1757. Pasukan Inggris saat itu dipimpin Robert Clive, sementara Nawab Sira-ud-Dowla memimpin pasukan India. Meskipun tentara India menang dari sisi jumlah, namun taktik dan informasi penting yang dibocorkan Jafar membuat Inggris unggul dalam perang tersebut.
5. Aldrich Ames
Ames menjual data-data penting milik Amerika Serikat (AS) ke Rusia di tahun 1980-an. Hal itu bisa leluasa ia lakukan lantaran Ames merupakan anggota CIA yang memiliki banyak akses kepada intelijen militer. Apalagi, dirinya fasih berbahasa Rusia.
Langkah nekat itu terpaksa ia lakukan lantaran dirinya adalah seorang pecandu alkohol. Ditambah lagi, tuntutan gaya hidup dan selera istrinya yang sangat tinggi. Melansir laman resmi FBI, Ames ditangkap FBI di Arlington, Virginia pada 21 Februari 1994 atas tuduhan spionase. Saat ditangkap, Ames sudah berstatus sebagai mantan anggota CIA.
(Khafid Mardiyansyah)