RIYADH – Kabar kematian Ratu Elizabeth II juga membuat duka mendalam negara Arab Saudi. Menurut Televisi Al-Ekhbariya yang dikelola pemerintah Saudi, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud telah menerima berita kematian Ratu Elizabeth II dengan sangat sedih.
"Ratu Elizabeth adalah model kepemimpinan yang akan diabadikan dalam sejarah, dan kami ingat dengan penghargaan atas upaya almarhum dalam memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara sahabat kami," katanya.
Baca juga: Mengenang Ratu Elizabeth II, PM Selandia Baru: Kenangan Kuat Adalah Tawanya
Tak hanya Raja yang berdika, Pangeran Arab juga ikut berduka atas meninggalnya sang Ratu.
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengaku sedih dengan berita kematian Ratu Elizabeth II. Dia menilai sang Ratu telah mengabdikan hidupnya melayani negaranya.
Baca juga: Jenazah Ratu Elizabeth II Akan Disemayamkan di Westminster Hall Selama 4 Hari Sebelum Dimakamkan
"Ratu Elizabeth adalah contoh kebijaksanaan, cinta, dan kedamaian," kata Salman seperti dikutip Al-Ekhbariya.
Seperti diketahui, Ratu Elizabeth meninggal dunia pada Kamis (8/9/2022) di usia 96 tahun. Para pemimpin dan pejabat dunia pun langsung memberikan penghormatan kepada sang Ratu.
Mereka menghormati rasa tanggung jawab Ratu yang dalam dan ketangguhannya, serta selera humor dan kebaikan Ratu.
Bendera setengah tiang juga telah dilakukan di seluruh dunia - termasuk di Komisi Eropa di Brussel, Belgia. Ini sebagai tanda duka cita mendalam atas kepergian sang Ratu.
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan "empati dan kemampuan Ratu untuk terhubung dengan setiap generasi yang lewat, sambil tetap berakar pada tradisi yang benar-benar penting baginya, adalah contoh kepemimpinan sejati".
Raja Willem-Alexander dari Belanda - yang merupakan sepupu kelima Ratu Elizabeth - mengatakan dia dan Ratu Maxima mengingat raja yang "teguh dan bijaksana" dengan "rasa hormat yang mendalam dan kasih sayang yang besar".
(Susi Susanti)