Ketergantungan kepada Ibunya sangat dirasakan. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari hatinya tergerak antara dua hal "pusat yang menentukan", yaitu "lingkungan pribadi" dan "lingkungan dunia".
Dengan demikian, Habibie merasa peran Ibunya sangat besar dalam melaksanakan perubahan ini. Tak hanya mendorongnya saja, tetapi Ibunya juga menyanggupi membiayai proses pendidikan dan kemandiriannya. Namun, dalam tiga bulan peran "lingkungan pribadi" Habibie, telah diserahkan sepenuhnya oleh Ainun, sosok Ibu yang akan mendampinginya sebagai istri.
(Widi Agustian)