Dihantam Serangan Siber Besar-besaran, Pemerintah Montenegro Matikan Semua Komputer dan Internet

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 12 September 2022 18:44 WIB
ilustrasi.
Share :

Geng, yang disebut Cuba ransomware itu, mengaku bertanggung jawab atas setidaknya sebagian dari serangan siber Montenegro, di mana ia menciptakan virus khusus untuk serangan yang disebut Zerodate.

Badan Keamanan Nasional Montenegro menyalahkan serangan itu pada Rusia.

Rusia memiliki motif kuat untuk serangan semacam itu karena Montenegro, yang pernah dianggap sebagai sekutu kuat, bergabung dengan NATO pada 2017 meskipun ditentang oleh Kremlin. Montenegro juga bergabung dengan sanksi Barat terhadap Moskow atas invasi Ukraina, yang menyebabkan Moskow mencap Montenegro sebagai "negara musuh" bersama dengan beberapa negara lain yang bergabung dengan embargo.

“Dalam serangan semacam itu, biasanya ada organisasi yang menjadi topeng bagi dinas intelijen negara,” kata Konjevic, seraya menambahkan bahwa data kementerian pertahanan terkait NATO dilindungi “dengan cara khusus” sementara kemungkinan kebocoran lainnya “sedang diselidiki.”

Montenegro, yang memisahkan diri dari Serbia yang jauh lebih besar pada 2006, saat ini dijalankan oleh pemerintah sementara yang telah kehilangan dukungan parlemen karena kesepakatan curang Perdana Menteri Dritan Abazovic dengan Gereja Ortodoks Serbia yang berpengaruh tanpa persetujuan dari seluruh koalisi yang mendukung pemerintah.

Sekira 620.000 warga Montengro sangat terbelah antara mereka yang ingin negara itu memulihkan hubungan dekatnya dengan Serbia dan Rusia dan mereka yang menginginkannya untuk melanjutkan jalurnya menjadi anggota Uni Eropa.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya