"Saya amat merindukan ruang terbuka dan udara segar," kata pekerja kantoran Shanghai, Lily Lu, yang memesan sebuah sepeda Brompton seharga 13.600 yuan (Rp29,19 juta) pada hari ketika dia terbebas dari lockdown tiga bulan.
Saat permintaan meningkat, para produsen berjuang memenuhi permintaan. Lu mengatakan dia harus menunggu dua bulan untuk mendapatkan sepeda pesanannya itu.
Perusahaan lokal Pardus, pembuat sepeda balap yang harganya bisa mencapai lebih dari 30.000 yuan (Rp64,39 juta), mengaku penjualannya berlipat dua dari tahun lalu dan pabriknya beroperasi terus menerus.
"Semuanya kehabisan stok," kata Direktur merek Pardus Li Weihai.
(Susi Susanti)