Romusha berlangsung selama tiga tahun, yaitu sejak tahun 1942 sampai tahun 1945.
Ketika terjadi Perang Asia Timur Raya, Jepang membutuhkan bantuan untuk mengerjakan berbagai pembangunan, seperti kubu pertahanan, jalan raya, rel kereta api, jembatan, dan lapangan udara di Indonesia.
Oleh sebab itu, kerja romusha dianggap lebih kejam daripada kerja rodi karena para pekerja tidak mengenal waktu saat bekerja.
Sehingga banyak di antara mereka yang mati kelaparan dan tewas dibunuh oleh tentara Jepang.
(Natalia Bulan)