Setibanya Habibie pulang, Ainun selalu memandang ke luar dari jendela dan menantikan kedatangan Habibie walaupun di luar hujan, dingin bahkan gelap sekalipun.
“Setibanya saya depan pint, Ainun membukanya dan memandang mata saya dengan senyuman yang selalu saya rindukan. Rasa kedinginan, letih dan lapar hilang terpukau oleh pandangan mata Ainun yang mencerminkan kebahagiaan dan cinta yang murni, suci, sejati, sempurna dan abadi!” pungkas Habibie.
(Widi Agustian)