"Inggit terlalu baik untuk diceraikan, tidak mungkin aku tega padanya. Sekarang ini aku mendambakan seorang anak dari keturunanku sendiri, sedangkan Inggit tidak dapat memberinya, apakah aku salah?" ujar Soekarno.
Mendengar perkataan Soekarno pun Inggit sontak menjawab bahwa dirinya amat sangat menolak untuk dimadu. Inggit lebih memilih bercerai dari Soekarno daripada harus dimadu.
"Aku orang Banjaran dari keluarga yang pantangannya adalah dimadu dalam keadaan bagaimanapun. Sudah aku jelaskan, kalau mau mengambil dia, ceraikanlah aku! Aku pantang dimadu!" pungkas inggit.
(Widi Agustian)