JAKARTA - Sudah 18 tahun berlalu setelah peristiwa pembunuhan Munir terjadi. Para mahasiswa dan aktivis penggiat HAM mengenang kematian Munir yang dibunuh pada 7 September 2004. Munir Said Thalib merupakan seorang pejuang hak asasi manusia yang tewas usai menengguk minuman yang tercampur dengan racun. Kematiannya menyimpan banyak misteri dan menyorot perhatian dunia.
Diduga, sang pembela HAM tersebut dibunuh karena memegang data-data penting terkait kasus pelanggaran HAM berat. Selain Munir, terdapat tokoh-tokoh dunia lainnya yang turut dikenal dengan aksinya sebagai pembela HAM. Berikut ulasannya.
1. Martin Luther King Jr
Martin Luther King Jr dikenal sebagai aktivis HAM Amerika-Afrika yang memperjuangkan kesetaraan hak ras kulit hitam di Amerika Serikat. King memulai perjuangannya sejak 1955, di mana dia menuntut pemerintah Amerika Serikat untuk membuat kebijakan mengenai diskriminasi dan rasisme. Salah satu pidatonya yang paling terkenal adalah “I Have A Dream” yang disampaikannya pada 28 Agustus 1963 di depan 250.000 orang. Dalam pidato tersebut, King menyampaikan mimpinya mengenai kebebasan dan persamaan hak bagi seluruh warga Amerika, baik kulit putih maupun kulit hitam.
Baca juga: PBB Soroti Melonjaknya Pelanggaran HAM dan Kekerasan di Seluruh Dunia
Setahun setelah pidato tersebut, Pemerintah Amerika Serikat mengesahkan Undang-Undang Hak Sipil 1964 yang melarang diskriminasi rasial dan larangan pemisahan rasial di fasilitas umum. Perjuangan Martin Luther King Jr membawa dirinya pada penghargaan Nobel Perdamaian pada Oktober 1964. Sayangnya, pria kelahiran Atlanta, 15 Januari 1929 tersebut harus meregang nyawa usai ditembak mati di balkon hotal tempatnya menginap.
Baca juga: Komnas HAM: Sepanjang 2021 Laporan Pelanggaran HAM Capai 3.096 Kasus
2. Mahatma Gandhi
Mahatma Gandhi merupakan tokoh revolusi yang secara lantang menyuarakan perlawanan anti kekerasan terhadap pemerintah Inggris. Dia menggunakan aksi demonstrasi damai untuk menyukseskan kemerdekaan India. Pria kelahiran Gujarat, 2 Oktober 1869 ini mengajarkan ajaran-ajaran Hindu tradisional, yaitu kebenaran (satya) dan non-kekerasan (ahimsa).