JAKARTA - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kokok Dirgantoro mendorong pemerintah pusat dan daerah lebih serius dalam menangani kasus kekerasan seksual pada anak.
Pasalnya, baru-baru ini terus bermunculan kasus-kasus kekerasan seksual pada anak yang sangat tragis dan menyedihkan.
Beberapa kasus tersebut di antaranya adalah anak usia 12 tahun di Medan yang diperkosa orang dekat dan terinveksi HIV, kasus pemerkosaan anak kelas 4 SD di Tangerang Selatan oleh orang tak dikenal.
Adapula seorang remaja putri usia 17 tahun di Bantaeng, Sulawesi Selatan yang dibunuh dan dimutilasi oleh pacarnya karena menolak permintaan hubungan intim.
"Kasus-kasus yang muncul dan viral ini dugaan kami merupakan fenomena gunung es. Ada banyak lagi kasus yang tidak viral dan tidak mendapatkan perhatian publik. Semua pihak rasanya sepakat Indonesia sungguh-sungguh dalam masa darurat kekerasan seksual pada anak," ujar Kokok Dirgantoro, Selasa (20/9/2022).
Ia meminta pemerintah pusat hingga daerah memiliki program spesifik untuk mengurangi bahkan mematikan ruang gerak penjahat demi melindungi generasi masa depan.