Kisah Perjuangan Nyai Sholeha Ibunda Gus Dur Melawan PKI

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 20 September 2022 17:34 WIB
Nyai Sholeha. (Foto: Muslimat Jakarta)
Share :

Perjuangan melawan PKI terus dilakukan Muslimat NU, pada tanggal 8 November 1965 di bawah pimpinan Asmah Sjachruni (Muslimat NU) dan Nyai Arudji Kartawinata (PSII) mengadakan demonstrasi besar-besaran menuntut pembubaran PKI. Perjuangan Muslimat juga dilakukan dalam organisasi Kesatuan Aksi Perempuan Indonesia (KAWI). KAWI bubar setelah tuntutan Tritura (bubarkan PKI, bubarkan kabinet dan turunkan harga barang) terwujud.

Setelah PKI bubar, Nyai Soleha kembali melanjutkan perjuangannya lewat pendidikan, sosial dan keagamaan seraya membesarkan putra-putrinya. Gerakan secara kultural ini berlanjut hingga wafat. Nyai Sholeha tidak menikah lagi setelah cerai wafat dengan Kiai Wahid Hasyim. Meskipun saat itu usianya masih 30 tahun saat menjanda.

Dalam karier politik, Nyai Soleha pernah menjadi anggota DPRD DKI pada pemilu 1955. Pada 1960 ia diangkat menjadi anggota DPR GD dan menjadi anggota DPR RI pada tahun 1971 mewakili partai Nahdlatul Ulama. Pada 1982 terpilih lagi melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hingga1987.

Selain berjuang di parlemen, Nyai Sholeha juga turut serta mengisi pembangunan Indonesia yang baru merdeka. Dalam periode 1958-1960, di jajaran Badan Kerja Sama (BKS) Perempuan militer yang digerakkan ABRI, Muslimat NU memperoleh kepercayaan duduk sebagai wakil Bendahara atas nama Sholeha Wahid Hasyim lagi. Selanjutnya pada periode 1960-1962 posisi ini digantikan oleh Malichah Agus dan dilanjutkan oleh Aisyah Hamid Baidlowi (1963-1964).

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya