JAKARTA - Massa Koalisi Driver Online ramai menutup plat nomor mobilnya saat berunjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di depan Gedung DPR/MPR Jakarta Pusat.
Hal itu, dikarenakan para peserta unjuk rasa takut terkena tilang elektronik yang tersebar di pusat kota Jakarta. Terlebih, aksi unjuk rasa tersebut juga mengundang atensi publik.
BACA JUGA:Dugaan Adanya Kakak Asuh yang Bikin Sambo Percaya Diri, Ini Kata Polri
"Karena gini bang, di Jakarta itu kan ada tilang elektronik. Salah satunya untuk menghindari itu. Kalau polisi kan memperbolehkan, tapi kalau tilang etle kan tetap," ujar salah seorang peserta unjuk rasa, Miko (37) di lokasi, Rabu (21/9/2022).
Miko menambahkan, adanya penutupan plat nomor tersebut juga bagian dari arahan para koordinator lapangan massa aksi.
BACA JUGA:Putin Umumkan Mobilisasi Militer, 300 Ribu Tentara Cadangan Rusia Akan Dikirim ke Ukraina
"Itu perintah komando satu. Karena kan komandonya pimpinannya ada jadi kita ngikutin perintah mereka," jelasnya.
Kendati demikian, Miko menambahkan, aksi tutup pelat nomor tersebut bukan karena takut terkena suspend dari aplikator. Karena, kata Miko, aksi mereka selalu berjalan dengan damai.
"Nggak itu salah (suspen). Karena kan kita aksi normal aja keadaannya. Kecuali rusuh atau gimana. Nah ini kita sudah dua kali kan kita gelar aksi damai dan tidak ada hubungannya," jelasnya.