Nyamar Jadi Perempuan, Pria Nigeria Tipu Korbannya Jutaan Rupiah Bermodus Obrolan Seks

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 28 September 2022 16:27 WIB
Nyamar jadi perempuan, pria Nigeria tipu korbannya hingga jutaan rupiah dengan obrolan seks.
Share :

Klien sudah membayar untuk obrolan ini dan meskipun ia belum mengatakannya, ia berharap dapat bertemu dengan lawan bicaranya.

Meskipun tidak perlu bayar untuk bergabung dengan situs web tersebut, klien harus berlangganan paket, dengan biaya mulai dari US$6 (Rp90.000) hingga US$300 (Rp4,5 juta), untuk menerima atau mengirim pesan ke para "perempuan".

Klien yang lebih muda biasanya ingin bertemu secara fisik dengan perempuan yang mereka pikir berada di sekitar mereka. Namun, klien yang lebih tua seringkali sudah puas dengan obrolan seks serta foto dan video erotis, kata Abiodun.

Tujuan Abiodun dan admin lainnya ialah menjaga para pelanggan di situs web mereka selama mungkin dan menghabiskan uang mereka.

Mereka diinstruksikan bahwa setiap pesan harus terdiri atas setidaknya 150 karakter dan bersifat "terbuka", untuk menjaga percakapan terus berjalan.

"Ini seperti pekerjaan customer service Hanya saja klien mengira mereka mengobrol dengan CEO," kata Abiodun kepada BBC.

Meteor Interactive BV menggunakan perusahaan outsourcing di Suriname - Logical Moderation Solutions (LMS), yang didirikan seorang pria Suriname bernama Orano Rose, untuk merekrut, melatih, dan mempekerjakan staf-staf Nigeria-nya.

BBC melihat bukti di akun WhatsApp, Telegram, dan Skype LMS yang mengungkap bahwa perusahaan tersebut telah merekrut dan melatih ratusan orang, sebagian besar di negara bagian Lagos dan Abuja, Nigeria.

Lowongan pekerjaan tersebut diiklankan di Instagram, Twitter, dan Telegram, diarahkan pada kaum pengangguran Nigeria yang masih muda dan berpendidikan dengan embel-embel "peran online", "pekerjaan pemasaran digital", "peran moderator chat", tanpa menyebutkan konten dewasa yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.

Salah satu perekrut top LMS, Adedamola Yusuf, yang berbasis di Jerman, mengunggah iklan lowongan pekerjaan di akun media sosialnya, tempat ia memamerkan gaya hidup mewah dan glamor dengan liburan di lokasi eksotis.

"Anda mengobrol dengan orang kulit putih yang bosan. Dan pekerjaan itu sepenuhnya legal dan berlisensi baik di Jerman maupun di Nigeria," katanya dalam chat WhatsApp dengan para calon karyawan pada hari pertama mereka.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya