Nyamar Jadi Perempuan, Pria Nigeria Tipu Korbannya Jutaan Rupiah Bermodus Obrolan Seks

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 28 September 2022 16:27 WIB
Nyamar jadi perempuan, pria Nigeria tipu korbannya hingga jutaan rupiah dengan obrolan seks.
Share :

Yusuf sudah merekrut orang-orang selama lebih dari dua tahun dan dalam satu gelombang perekrutan pada November tahun lalu, ratusan orang mendaftar.

Ia tidak menanggapi permintaan wawancara dari BBC.

"Orang-orang dari Barat ini kebanyakan cuma ingin ngobrol," kata seorang pelatih kepada rekrutan baru, yang harus lulus tes bahasa Inggris yang ketat untuk menjamin penyamaran mereka sesempurna mungkin.

"Yang benar adalah: 'I am', bukan 'am'," seorang calon karyawan dikoreksi selama sesi pelatihan di grup WhatsApp perusahaan yang saya hadiri.

Nicholas Akande, seorang direktur LMS di Nigeria, merekrut lebih dari 100 orang pada minggu pertama bulan Juli dan memberi tahu mereka bahwa pekerjaan itu legal.

Ia juga tidak menanggapi permintaan wawancara dari BBC.

Para calon karyawan juga diberi pelajaran tentang budaya, gaya menulis, dan percakapan yang sedang tren di lokasi klien untuk membuat mereka terdengar otentik.

Pada akhir pelatihan yang dapat berlangsung dari beberapa hari hingga seminggu, mereka diberikan detail log-in di situs web, tempat mereka dapat melihat informasi pribadi seperti alamat rumah, nomor telepon, dan usia pelanggan.

BBC telah melihat komentar dari para pria di dunia maya, yang mengatakan mereka menghabiskan dari US$300 hingga US$700 (Rp4,5 juta hingga Rp10,5 juta) di situs web ini dengan harapan dapat bertemu dengan "perempuan" yang mengobrol dengan mereka.

"Saya mungkin sudah chat dengan 20 perempuan dan mereka selalu menunda-nunda ketika saya mengajak untuk ketemuan langsung," kata seorang pria, yang mengklaim ia telah menghabiskan US$64,99 (hampir Rp1 juta) di situs yang dimiliki oleh Meteor Interactive.

Pria lain mengatakan dia telah "membeli kredit senilai lebih dari US$400 (Rp6 juta) dengan pemahaman bahwa para perempuan itu nyata ... ini salah saya karena tidak membaca detail ketentuannya," katanya.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya