Dirinya menjadi korban termuda pada saat peristiwa Gerakan 30 September. Karena hal itu pula Ade Irma diabadikan menjadi sebuah Tugu Monumen yang terletak di Kantor Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan dan menjadi nama sebuah jalan di beberapa tempat seperti Pekanbaru dan Riau.
Suasana yang terjadi pada saat itu tergambarkan dengan jelas pada diorama yang berada di Museum AH Nasution. Museum tersebut adalah saksi bisu peristiwa penyerangan yang menewaskan putri Jenderal Nasution.
Bentuk pengabdian ini dilakukan agar kita bisa melihat betapa kelamnya kejadian yang terjadi pada 30 September 1965 dan sosok anak Jenderal Nasution, Ade Irma Suryani yang menjadi korban penembakan.
(Qur'anul Hidayat)