Hari Kesaktian Pancasila: Ini 5 Peristiwa Mencekam yang Pernah Mengancam Pancasila

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Sabtu 01 Oktober 2022 06:05 WIB
Foto: Okezone
Share :

JAKARTA - Pancasila lahir sebagai bentuk ideologi bangsa yang mencerminkan nilai-nilai luhur Indonesia. Keberadaannya menjadi dasar bagi kehidupan masyarakat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara.

Namun, ada beberapa kelompok yang ingin mengganti ideologi negara. Para pemberontak ingin menggantikan posisi Pancasila dengan ideologi andalan mereka. Sejarah telah mencatat sejumlah peristiwa yang pernah mengancam Pancasila. Berikut peristiwa-peristiwa di Indonesia yang pernah mengancam keberadaan Pancasila.

(Baca juga: Cerita Istri Jenderal Ahmad Yani Beri Makan Tahanan PKI saat Bersihkan Rumput)

1. Pemberontakan PKI di Madiun

Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) tidak lepas dari perjalanan panjang sejarah Indonesia. Pemberontakan PKI Madiun diawali dengan jatuhnya kabinet Amir Syarifudin yang gagal dalam Perjanjian Renville. Kejatuhan Amir membuat dirinya kecewa dan memberontak. Dia membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang kemudian bekerja sama dengan organisasi-organisasi berhaluan kiri seperti PKI, Partai Sosialis Indonesia (PSI), dan Partai Buruh Indonesia (PBI).

Pemberontakan yang dikepalai Muso ini berencana untuk merebut kekuasaan pusat dan menjadikan Indonesia sebagai negara berhaluan kiri. Propaganda anti-pemerintah mulai diluncurkan. Pembunuhan terhadap sejumlah tokoh negara seperti dr. Moewardi dan Ario Soerjo juga dilakukan. Puncaknya adalah pada 18 September 1948 d imana Madiun berhasil diduduki dan Muso mendeklarasikan Republik Soviet Indonesia.

Operasi penumpasan PKI pun dikerahkan dengan menurunkan Kolonel Gatot Subroto di Jawa Tengah dan Kolonel Sungkono di Jawa Timur. Muso akhirnya berhasil ditembak mati pada 31 Oktober 1948. Begitu pula dengan Amir Syarifudin yang berhasil diringkus dan dieksekusi mati.

2. Gerakan 30 September PKI

Peristiwa pemberontakan PKI di Madiun tidak membuat partai ini kehilangan eksistensinya. Pada pemilu pertama di Indonesia tahun 1955, PKI mendapatkan 6 juta suara dan masuk ke dalam salah satu deretan partai besar Indonesia. Partai ini semakin kuat dengan adanya dukungan dari Presiden Soekarno saat itu. Terlebih lagi, dengan adanya Demokrasi Terpimpin yang diterapkan Soekarno, memperkuat posisi PKI dalam pemerintahan.

Konsep Nasakom (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme) menjadi bukti dari kuatnya pengaruh PKI saat itu. Pengaruh PKI yang besar dalam pemerintahan pun semakin menguntungkan PKI.

Puncaknya adalah pada 30 September 1965 di mana pasukan PKI menculik dan membunuh para jenderal. PKI berusaha untuk menggulingkan pemerintahan dan menjadikan Indonesia sebagai negara komunis. Serangkaian kudeta pada pemerintahan Soekarno dilakukan PKI untuk mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya