JAKARTA - Aksi kerusuhan yang melibatkan suporter Arema dengan suporter Persebaya, berujung tragedi yang dikabarkan menewaskan 153 orang merupakan sejarah kelam sepakbola Indonesia.
Peristiwa ini juga cukup menyita perhatian publik atas tragisnya penanganan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang.
(Baca juga: Breaking News! Korban Kerusuhan Laga Arema FC vs Persebaya Bertambah Jadi 153 Orang)
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi Pasaribu menilai peristiwa tersebut sudah bukan lagi musibah. Ia pun meminta adanya sebuah bentuk tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat.
"Ini bukan lagi musibah tapi tragedi, harus ada yang bertanggung jawab," ujar Edwin kepada MPI melalui pesan singkat, Minggu (2/10/2022).
Edwin juga menyampaikan ratusan korban yang tewas tersebut bukan hanya sekadar angka. Baginya, korban adalah manusia biasa pada umumnya yang dimana setiap nyawa yang hilang menuntut pertanggungjawaban.
"Korban itu bukan statistik, tetapi tubuh bernyawa seperti kita. Setiap peristiwa yang mengakibatkan jatuhnya korban harus ada pertanggungjawabannya," tutup Edwin.
(Rivan Nasri Rachman)