JAKARTA - TGB HM Zainul Majdi menutup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Pada kesempatan tersebut, TGB mengingatkan agar KAMMI menjadi juru bicara Islam yang baik.
“Sebagai juru bicara Islam yang tepat. Jangan sampai di dalam (Islam) pun resah kepada kita,” pesan TGB, Sabtu (1/10/2022).
Tokoh muslim Indonesia itu menyebut di nama KAMMI terdapat kredensial (hubungan) yang membawa nama muslim. Untuk itu, dia meminta agar hati-hati dalam setiap tindakan.
“Maka hati-hatilah. Harus tercermin dalam dalam ranah muamalah,” bebernya.
Doktor Ahli Tafsir Alquran ini membahas, beberapa kalangan kerap kali habis energi membahas sesuatu yang tak pada tempatnya. Ketika tak dapat menempatkan sesuatu pada tempatnya, akan terjadi kerancuan. Misalnya, ruang akidah dan ritual ibadah itu eksklusif.
“Tak boleh ada kreativitas di dalamnya,” ucapnya.
Baca juga: TGB: Jangan Ada Kekerasan Fisik di Pondok Pesantren!
Selanjutnya, kata TGB adalah ranah muamalah yang prinsip di dalamnya ada inovasi. Muamalah menyangkut di dalamnya ranah politik, ekonomi, sosial dan budaya.
“Islam tak menetapkan (khusus) mengenai politik dan ekonomi penjabaran ada di kita,” urainya.
Hanya saja, ucap TGB, seringkali antara ranah akidah dan muamalah dicampuradukkan. Akhirnya, saat terjadi kontestasi politik gampang menyebut munafik untuk orang yang berbeda pandangan.
“Hal tersebut mendzolimi Islam sendiri,” tegasnya.
Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia ini menambahkan, akidah dalam muamalah harus dilihat secara proporsional. Jangan sampai, manusia tak dapat melihat keindahan perbedaan.
“Karena melekatkan label (label) sehingga potensi kebaikan hilang,” imbuhnya.
Sebelumnya Ketua Umum PP Kammi Zaky Ahmad Rifai'i mengatakan, hadir dalam rakornas perwakilan Kammi dari seluruh Indonesia. Rakornas bertajuk modernisasi organisasi.
“Rakornas ini untuk pembinaan internal, menguatkan secara internal sehingga,” katanya.
Dari pertemuan yang menumbuhkan nuansa persaudaraan ini diharapkan dapat secara eksternal dimaksimalkan. Dari rakornas ini ketika pulang ke daerah ada yang dapat dibawa.
“Bulan perekrutan mari mulai mencari anggota. Berkomunikasi dengan media, konsolidasi dan memiliki ide yang baru,” sambungnya.
(Qur'anul Hidayat)