JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan 3 ruang limpah sungai di Jakarta guna mengendalikan air. Meski begitu, progres pembangunan ruang limpah sungai itu masih di tahap 70 persen.
"Kalau ditanya progresnya, ini kontraknya dari 4 November tahun lalu sampai akhir Desember 2022 ini, secara total itu rata-rata 70 persen, tapi ada bagian-bagian yang sudah kita selesaikan," ujar Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Yusmada Faizal pada wartawan, Kamis (6/10/2022).
Menurutnya, di Ruang Limpah Sungai Brigif Jagakarsa, terdiri dari 2 bagian, yakni Brigif Atas dan Brigif Bawah. Adapun Brigif Atas sudah bisa dioptimalkan, sedangkan Brigif Bawah bisa mulai optimal pada bulan Desember 2022 mendatang.
BACA JUGA: Anies Klaim Surutnya Banjir di Jakarta karena Adanya Sumur Resapan
"Kita berharap pendekatan-pendekatan ini akan terus berlanjut ke depan, supaya kita mengelola air hujan, terutama hujan-hujan ekstrem kita tampung, kitabtahan supaya tak langsung menuju sungai," tuturnya.
Yusmada menambahkan, ruang limpah sungai itu merupakan proyek dari pembangunan 9 Polder, 4 Waduk atau Ruang Limpah Sungai, dan 2 revitalisasi sungai besar. Adapun 9 Polder itu tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat, seperti Polder Kamal, Polder Kepapa Gading, Kali Betik, Pulomas, dan Muara Angke.
BACA JUGA:Rumah Kebanjiran, 50 Warga Pejaten Barat Mengungsi ke Mushala
"9 polder itu dalam bentuk menampung air terus kita pemompaan, lalu 4 ruang limpah sungai ini, (3 diantaranya) Pondok Rangon, Brigif (Jagakarsa), dan Lebak Bulus. Lalu, 2 adalah peningkatan kapasitas sungai kali besar, Ciliwung-Pasar Baru," katanya.
Adapun Waduk atau Ruang Limpah Brigif Jagakarsa, yang menjadi lokasi peresmian 4 ruang limpah sungai itu memilik luas 10 hektar totalnya. Terdiri dari 3,3 hektar Brigif Atas dan 6,7 hektar Brigif Bawah, yang mana bisa menampung 308.000 meter kubik air. Adapun ruang limpah itu menembus dengan Kali Krukut.
(Awaludin)