3. BPBD Harus Kesiapannya
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengingatkan perlu kesiapan kesiapsiagaan kepada seluruh stakeholder khususnya Badan Pusat Bencana Daerah (BPBD) juga pemerintah daerah, karena hampir sebagian besar wilayah Indonesia pada Oktober ini curah hujannya mencapai lebih dari 100%, bahkan yang ada 300%.
“Padahal selama kemarau tanah itu sudah mulai jenuh karena kemarau nya kemarau basah. Jadi ini perlu persiapan yang lebih serius ya tentang potensi banjir dan juga longsor,” kata Dwikorita.
4. Cuaca Ekstrem Akibat Gangguan Atmosfer
“Prospek cuaca ini dalam jangka dekat ya, hari ini sampai tanggal 15 Oktober. Jadi sekarang hingga sepekan ke depan masih terdeteksi adanya gangguan atmosfer yang berupa aktifnya gelombang atmosfer seperti gelombang Rossby dan Kelvin serta Median Julian Oscillation," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.
"Ya ini semacam arak-arakan awan hujan dari sebelah barat Indonesia di Samudera Hindia memasuki wilayah Indonesia,” tambahnya.
Jadi, kata Dwikorita, sepekan ke depan masih ada potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia. “Kondisi cuaca di Indonesia akan didominasi dengan potensi hujan, hujan ringan, sedang dengan durasi singkat dan sporadis," bebernya.
“Jadi yang dimaksud cuaca ekstrem ini di sini antara lain adalah puting beliung, kemudian angin kencang, hujan lebat bahkan dapat mencapai intensitas hujan sampai 150 mm dalam 24 jam, kemudian petir, kilat petir ya, dan hujan es,” papar Dwikorita.
(Awaludin)