Penyebab Runtuhnya Kerajaan Demak, Perang Saudara di Saat Perlawanan ke Portugis Belum Usai

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 13 Oktober 2022 10:17 WIB
Ilustrasi Raden Patah (Foto Ist)
Share :

JAKARTA - Pemerintahan Raden Patah berlangsung pada akhir abad ke-15 hingga awal abad ke 16. Beliau wafat pada tahun 1518 ketika perjuangan Raden Patah melawan Portugis belum selesai, sepeninggalan Raden Patah kepemimpinan diserahkan kepada puteranya, Adipati Unus (Pangeran Sebrang Lor).

Gelar Pangeran Sabrang Lor diberikan bukan tanpa alasan, gelar ini didapatkan oleh Adipati Unus karena karena beliau pernah menyeberang/ melakukan ekspedisi penyerangan ke utara untuk menyerang Portugis yang berada di sebelah utara ( Malaka ).

Kepemimpinannya Adipati Unus ini hanya berlangsung selama tiga tahun. Kemudian pemerintahan dari Adipati Unus diserahkan kepada saudaranya yaitu Sultan Trenggono/ Tranggana. Dia memerintah kurang lebih selama 34 tahun yaitu antara tahun 1512-1546. Namun dalam usahanya untuk menyerang Pasuruan pada tahun 1546, Trenggono Wafat. setelah wafatnya Sultan Trenggono, timbulah perselisihan yang hebat di Demak terkait siapa yang berhak menggantikannya.

Para calon pengganti raja yang bertikai itu antara lain anak Trenggono, Sunan Prawoto dan Arya Penangsang anak dari Pangeran Sekar Ing Seda Lepen, adik tiri sultan trenggono yang dibunuh oleh Sunan Prawoto ketika membantu ayahnya merebut tahta Demak. Hal itu terungkap di dalam buku "Ensiklopedia Kerajaan Islam Di Indonesia, Binuko Amarseto"

Arya penangsang mendapat dukungan dari gurunya Sunan Kudus untuk merebut takhta Demak, mengirim anak buahnya yang bernama Rangkud untuk membalas kematian ayahnya.

Pada tahun 1549, menurut Babad Tanah Jawi, diceritakan bahwa pada suatu malam Rangkud berhasil menyusup ke dalam kamar tidur Sunan Prawoto. Dihadapan Rangkud Sunan mengakui kesalahannya telah membunuh Pangeran Seda Lepen. Ia rela dihukum mati asalkan keluarganya diampuni, mendengar penjelasan tersebut Rangkud lalu menikam dada Sunan Prawoto yang pasrah tanpa perlawanan sampai tembus.

Tanpa disadarI ternyata istri Sunan sedang berlindung di balik punggungnya. Akibatnya ia pun tewas terkena tusukan dari Rangkud. Melihat istrinya meninggal, Sunan Prawoto marah dan dengan sisa tenaganya ia membunuh Rangkud.

Arya Penangsang tidak berhenti dengan membunuh Sunan Prawoto saja, dia juga membunuh adipati Jepara yang sangat besar pengaruhnya dikerajaan yaitu Sultan Hadlirin, istri dari adipati Jepara yaitu Ratu Kalinyamat. Lalu janda suami dari Pangeran Kalinyamat itu membuat sayembara “Siapa saja yang bisa membunuh Arya Penangsang, akan menjadi suamiku dan mendapatkan harta bendaku”. Pangeran Hadiri dibunuh karena diduga sebagai penghalang Arya Penangsang untuk menjadi sultan Demak. Setelah berhasil membunuh Sultan Prawoto dan pengikutnya, naiklah Arya Penangsang ke tahta kerajaan Demak.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya