Sementara itu, menyusul pembubaran parlemen, Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah mengatakan dia tidak punya pilihan selain menyetujui pembubaran parlemen.
Dalam sebuah pernyataan pada 10 Oktober lalu, Pengawas Keuangan Rumah Tangga Kerajaan Istana Negara, Ahmad Fadil Syamsuddin, mengatakan bahwa penguasa kecewa dengan perkembangan politik saat ini di negara itu.
(Susi Susanti)