Dia menjelaskan, program tersebut berawal dari kekhawatiran karena meningkatnya data pengguna narkotika saat ini.
"Data pengguna narkotika dari tahun 2019 ke tahun 2021 itu meningkat, dari 1,8 persen ke 1,95 persen," ungkapnya.
"Adapun untuk risiko perempuan meningkat dari data BNN, di mana pada 2019 adalah 0,20 persen, tahun 2021 menjadi 1,21 persen," pungkasnya.
(Awaludin)