Saat ditemui di Stasiun Buaran, HS mengaku kepada awak media tidak bisa berbahasa Indonesia. Ia pun menyampaikan tidak memiliki kartu tanda pengenal maupun Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia.
HS juga membantah mengikuti korban dari Stasiun Tanah Abang, sebab ia mengaku tujuannya menaiki kereta ialah dengan keperluan mencari apartemen, guna beristirahat. Kendati demikian, untuk keperluan lebih lanjut, HS dan P dibawa pihak kepolisian ke Polres Metro Jakarta Timur, untuk dilakukan penyelidikan.
(Arief Setyadi )