JAKARTA – Seorang tersangka pembegalan sopir taksi online mengaku menyesal dengan pebuatannya dan dihantui rasa bersalah karena membunuh korban. Diketahui bahwa korban yang berinisial ADR, (26), tewas ditusuk dalam pembegalan di Pergudangan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Tersangka berinisial AW mengatakan bahwa untuk menutupi identitas, dia dan komplotannya meminjam handphone orang lain untuk memesan taksi online. Setelah taksi online yang dipesan datang, para pelaku langsung menodongkan pisau di leher korban untuk mengancamnya.
Namun, karena sopir tak kunjung keluar dari kendaraan, AW menjadi panik dan menusuk korban dengan pisau hingga tewas. Dia dan komplotannya kemudian membuang jasad korban dan merampas mobil yang digunakan.
Namun, tindakan itu membuat AW sangat menyesal, bahkan setiap hari dia merasa bersalah dan tidak tenang menjalani hidupnya.
"Waktu saat itu saya panik, saya nyesel. Janganlah ngelakuin kaya gini bener-bener nggak enak. Setiap hari dihantui rasa bersalah, rasanya kaya hidup di badan yang kosong," ujarnya.
AW dan dua temannya, ME dan MF berhasil ditangkap polisi setelah pembegalan tersebut. Menurut keterangan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Panjiyoga para pelaku melakukan pembegalan untuk mendapatkan uang karena terlilit utang.
Baca Berita Selengkapnya: Ketika Pelaku Begal Menyesal Bunuh Sopir Taksi Online : Setiap Hari Dihantui
(Rahman Asmardika)