SULSEL - Seorang bayi berjenis kelamin perempuan yang masih berusia tiga bulan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ditemukan tewas bersimbah darah di kamar rumah nenek korban. Kondisinya penuh luka dan bagian kepala pecah.
Diketahui, korban tewas setelah dianiaya pamannya sendiri dengan cara dibanting ke lantai. Bahkan, polisi yang tiba di lokasi sempat memiting pelaku yang mencoba melawan saat akan diamankan.
Dalam video amatir, kondisi jasad bayi malang itu terbujur kaku bersimbah darah setelah tewas di tangan pamannya sendiri. Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian serta memeriksa sejumlah saksi. Sementara jasad bayi masih tergeletak di atas kasur.
BACA JUGA:Polisi: Korban Pembunuhan di Apartemen Jaktim Tak Alami Kekerasan Seksual
Peristiwa ini terjadi di kamar rumah nenek korban yang berada di Dusun Parangki, Desa Mattoangin, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Petugas yang mengetahui identitas pelaku, kemudian bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku berinisial MR (22) yang masih berkeliaran di sekitar rumah nenek bayi tersebut. Pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Maros dengan menggunakan minibus milik petugas.
Nenek korban hanya bisa menangis saat mengingat tragedi sadis yang dialami cucunya. Bayi tersebut merupakan anak dari pasangan suami istri, Hamsa dan Munawarah, yang diketahui dalam kondisi sakit dan tinggal di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sedangkan sang bayi dititipkan ke neneknya untuk dirawat.
BACA JUGA:4 Kasus Pembunuhan Bayi, Buang ke Kolam hingga Dibacok