RUJA Ignatova yang lebih dikenal dengan sebutan "buronan Ratu Kripto" diyakini telah menerima informasi kepolisian mengenai penyelidikan penggelapan uang senilai hampir Rp60 triliun, sebelum akhirnya ia kabur.
Perempuan 42 tahun kelahiran Bulgaria itu menjadi buronan atas tuduhan menjalankan penipuan mata uang kripto yang dikenal sebagai OneCoin.
BACA JUGA: Ruja Ignatova, Ratu Kripto yang Berhasil Menipu Dunia dan Larikan Uang Triliunan Rupiah
Dokumen yang dilihat BBC dari pertemuan kepolisian Eropa, Europol, menunjukkan, buronan paling dicari Biro Penyelidik Ferderal Amerika Serikat (FBI) itu sudah mengetahui upaya penangkapan dirinya beberapa bulan sebelum ia menghilang.
Informasi tentang kebocoran dokumen kepolisian disampaikan lewat podcast BBC, The Missing Cryptoqueen, oleh Frank Schneider, seorang mantan mata-mata dan penasihat terpercaya Ignatova.
BACA JUGA: 7 Fakta Ratu Kripto Ruja Ignatova, Wanita Cantik yang Dijadikan Sayembara FBI Rp1,5 Miliar
Schneider membantah telah menerima dokumen tersebut, di mana ia berkata menerima stik memori USB dari Ignatova.
Dia mengeklaim metadata dalam file menunjukkan Ignatova memperoleh informasi melalui kontaknya sendiri di Bulgaria.