Dapat Bocoran Laporan Polisi, Ratu Kripto Buronan FBI Kabur Bawa Rp60 Triliun

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 25 Oktober 2022 11:42 WIB
Ruja Ignatova kemungkinan telah mengubah penampilannya sejak kabur pada 2017. (Foto: BBC)
Share :

Schneider sekarang menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat (AS) atas tuduhan ikut berperan dalam penggelapan OneCoin.

Europol mengatakan sedang menyelidiki kasus ini.

Ignatova menghilang pada 25 Oktober 2017 ketika pihak berwenang AS menandatangani surat perintah penangkapan dan penyidik mulai mengusut mata uang kripto miliknya OneCoin.

Pada Juni 2022, ia masuk dalam daftar 10 orang paling dicari oleh FBI.

'Operasi satelit'

Berkas kepolisian berisi presentasi yang dibuat pada sebuah pertemuan Europol bernama "Operasi Satelit" di Den Haag pada 15 Maret 2017.

Menurut dokumen tersebut, pertemuan dihadiri FBI, Departemen Kehakiman AS dan Jaksa Distrik New York, petugas dari Inggris, Jerman, dan Belanda. Dubai, dan Bulgaria juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

Dokumen ini meliputi rincian otoritas AS yang memiliki "informan rahasia tingkat tinggi", akun bank OneCoin yang menerima dana investor, dan upaya yang gagal oleh Kepolisian Kota London, Inggris untuk memeriksa Ignatova.

FBI tidak berkomentar atas dokumen Europol ini, tetapi Agen Khusus Paul Roberts mengatakan dalam podcast BBC, "Telah dilakukan penyelidikan di seluruh dunia terhadap Ignatova, dan secara umum kepada OneCoin, banyak di antaranya telah ia ketahui karena tindakan penegak hukum di negara-negara lain."

Di pengadilan, Kejaksaan AS menuduh pada 2019 bahwa Schneider adalah satu yang membocorkan informasi rahasia kepolisian kepadanya, meskipun ini belum jelas apakah tuduhan itu terkait secara khusus terhadap file yang dibocorkan, dan telah dilihat tim podcast.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya