Doktrin Majapahit raya ini tidak menekankan penaklukan militer melainkan harus dibaca sebagai undangan kepada negeri-negeri tetangga dan kerabat untuk bergabung ke dalam keramahan tanah air Jawa, yang angkatan lautnya akan diperluas untuk memberikan perlindungan dari musuh - musuh dari jauh, serta memudahkan urusan - urusan dagang di antara negeri-negeri yang saling bertetangga.
Walaupun sedikit tak sepakat, Gajah Mada yang keras, kuat, dan mengutamakan aksi itu pun akhirnya menyepakati rencana Gayatri yang dilihatnya kurang agresif. Satu-satunya keberatan Gajah Mada adalah keputusan untuk memangkas penggunaan kekerasan dalam mengajak Sunda untuk bergabung ke Majapahit.
(Angkasa Yudhistira)