LONDON - Sebuah penelitian menemukan seorang miliarder menyumbangkan satu juta kali lebih banyak gas rumah kaca daripada rata-rata orang biasa.
Laporan yang diterbitkan oleh badan amal yang didirikan di Inggris, Oxfam, pada Senin (7/11/2022), mendasarkan temuannya pada analisis terperinci tentang investasi 125 miliarder terkaya di dunia.
Penelitian itu menemukan, investasi individu terkaya menyumbang hingga 70% dari emisi mereka. Angka ini sangat jauh dari rata-rata orang biasa.
Baca juga: RI Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 231 Juta Ton pada 2025
Menurut laporan tersebut, investasi para miliarder ini menghasilkan rata-rata tahunan 3 juta metrik ton karbon dioksida (CO2) per orang, yang satu juta kali lebih tinggi dari rata-rata 2,76 ton CO2 bagi sekitar 90% mereka yang hidup di di kalangan bawah.
Baca juga: Dampak Apabila Kadar Gas Rumah Kaca di Atmosfer Bumi Semakin Meningkat, Penyakit Baru Bermunculan
Nafkote Dabi, Ketua penelitian perubahan iklim di Oxfam, mengatakan bahwa emisi gas rumah kaca itu berasal dari gaya hidup miliarder, jet pribadi, dan kapal pesiar mereka yang ribuan kali lebih tinggi daripada rata-rata orang biasa. Tak hanya itu, mereka juga memiliki 'emisi investasi' di berbagai industri yang mencemari seperti energi dan material seperti semen. Tak heran, dengan berbagai kemewahan dan investasi mereka itu, emisi karbon mereka lebih dari satu juta kali lebih tinggi.
“Beberapa miliarder ini bersama-sama memiliki 'emisi investasi' yang setara dengan jejak karbon seluruh negara seperti Prancis, Mesir, atau Argentina,” terangnya, dikutip CNN.