PROBOLINGGO - Seorang remaja asal Kota Malang, tewas kecelakaan di lautan pasir Wisata Gunung Bromo. Remaja berinisial GAS (18) warga Kedungkandang, Kota Malang, tewas seketika di tempat kejadian usai melakukan aksi jumping dengan sepeda motor trail-nya di lautan pasir, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Dari informasi yang dihimpun, korban berangkat ke Wisata Gunung Bromo bersama teman-temannya dari Malang. Kemudian pada Senin 7 November 2022 pagi sekitar pukul 05.45 WIB, korban melakukan aksi jumping dengan sepeda motor trail-nya.
Aksi korban ini direkam oleh kamera smartphone temannya dan videonya beredar viral di media sosial. Terlihat pada video yang beredar, korban tengah memacu sepeda motornya berjarak sekitar 10 meter dengan kencang.
BACA JUGA:3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi, 1 Orang Luka Berat
Korban kemudian melintasi sebuah gundukan tanah yang menyebabkan sepeda motornya terbang di udara dan jatuh ke tanah. Ironisnya saat jatuh itulah kepala korban terbentur dengan keras ke tanah, ditambah tidak menggunakan helm atau pelindung kepala.
Remaja berusia 18 tahun itu pun terkapar seketika dengan kondisi penuh luka. Sepeda motor yang ditumpanginya pun rusak parah. Korban sempat dievakuasi ke Puskesmas Sukapura, namun di puskesmas itulah korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di puskesmas.
Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sarif Hidayat menyesalkan adanya kecelakaan yang menimpa wisatawan di lautan pasir Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Senin pagi kemarin. Kecelakaan itu murni disebabkan kesalahan dari wisatawan sendiri karena tidak berhati-hati dan tidak menguasai medan.
"Pengunjung diharapkan tetap waspada, berhati-hati, dan berkendara dalam kondisi prima, tertib, dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara, sekaligus memahami, menguasai medan," kata Sarif Hidayat, Selasa (8/11/2022).
Sarif menegaskan, bila keselamatan berkendara dipatuhi peristiwa kecelakaan maut di lautan pasir seperti kemarin bisa diminimalisir.
"Sehingga hal - hal yang menyebabkan atau menimbulkan laka bisa dieliminir," tukasnya.
(Awaludin)