Melalui Think Tank Dialogue Indonesia-Inggris, Indonesia Dukung Upaya ASEAN Jadi Bagian Solusi Tantangan Global

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 09 November 2022 09:15 WIB
Duta besar RI untuk Inggris, Desra Percaya membuka forum 4th Indonesia-Uk Think Tank Dialogue di KBRI London, 8 November 2022. (Foto: KBRI London)
Share :

LONDON – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London pada Selasa, (8/11/2022) menggelar 4th Indonesia-UK Think Tank Dialogue, yang merupakan kegiatan tahunan guna memfasilitasi tukar pandangan kalangan non pemerintah antara Indonesia dan Inggris.

BACA JUGA: Inggris Peringati Tragedi KRI Nanggala 402, Galang Dana Bantu Keluarga Korban

Tahun ini acara diselenggarakan secara hybrid, sebagai rangkaian kegiatan promosi “Experience Indonesia: Discover Invaluable Stories” pada 6-8 November 2022, yang bertujuan mempromosikan hubungan Inggris-Indonesia di berbagai bidang.

Forum 4th Indonesia-UK Think Tank Dialogue kali ini digelar dengan tema “ASEAN at the driver’s seat: Indonesia’s 2023 Chairmanship and the role of Dialogue Partners”. Topik ini dipilih mengambil momentum persiapan keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023 dan peran Inggris sebagai Mitra Wicara ASEAN terbaru.

“Selama keketuaan Indonesia, ASEAN akan terus berupaya menjadi bagian solusi tantangan global melalui perannya sebagai Regional Agent for Peace and Stability,” demikian disampaikan Duta Besar Desra Percaya dalam pidato pembukaannya.

BACA JUGA: Kemenlu Pastikan Perlindungan WNI yang Diminta Bayar Rp70 Juta untuk Kerja di Inggris 

Forum dimoderasi Veerle Nouwens, peneliti senior think tank RUSI, dan hadirkan pembicara dari think tank terkemuka kedua negara, CSIS Indonesia yang diwakili Dr Lina Alexandra (Kepala Departemen Hubungan Internasional) dan Chatham House diwakili Ben Bland (Direktur Program Asia Pasifik). Turut sebagai pembicara adalah Dr Claire Smith, Pengajar Senior University of York, serta Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN Kementerian Luar Negeri, Faizal Chery Sidharta. Acara dihadiri sekitar 50 peserta dari Kementerian Luar Negeri (FCDO) Inggris, kalangan diplomatik di London, serta organisasi think tank dan universitas terkemuka di Inggris.

Sebagai forum Track II, pertemuan menghimpun masukan pemikiran untuk Keketuaan Indonesia tahun 2023, termasuk pentingnya ASEAN untuk perkuat mekanisme dalam hadapi situasi kawasan seperti Myanmar maupun isu-isu yang berdampak global.

ASEAN juga dipandang perlu mengembangkan kemampuan menavigasi dan menentukan agenda kawasan, didukung peran aktif Mitra Wicara seperti Inggris, sehingga kebijakan “Indo-Pacific tilt” Inggris dapat mendukung peran ASEAN sebagai sentra dalam pemetaan arsitektur kawasan.

Pemilihan topik pertemuan dilatarbelakangi ekspektasi tinggi terhadap keketuaan Indonesia di ASEAN, saat kawasan Indo-Pasifik menjadi teater penting bagi persaingan maupun kerja sama antarnegara.

Indo-Pasifik juga menjadi salah satu pusat perdagangan global, dengan potensi ekonomi yang besar bagi negara-negara kawasan. Nilai strategis Indo-Pasifik dan ASEAN telah mendorong Inggris bergabung menjadi Mitra Wicara ASEAN, sebagai strategi untuk lebih dekat dengan Indo-Pasifik.

“Kita optimis, Indonesia akan sukses membawa ASEAN menjadi entitas regional yang lebih adaptif dalam menawarkan solusi tantangan global,” pungkas Dubes Desra di akhir dialog.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya